BULUKUMBA – Puluhan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Kabupaten Bulukumba dikurasi untuk masuk ritel modern. Tentunya, UMKM tersebut telah memiliki izin halal dan PIRT.
Hal ini tertuang dalam kerja sama Pemkab Bulukumba melalui Dinas Koperasi, UKM dan Tenaga Kerja dengan PT Indomarco Pristama yang berlangsung pada Jumat, 12 Desember 2025.
Kegiatan kurasi yang berlangsung di Gedung Pinisi Bulukumba ini dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK, Andi Herfida Muchtar.
Kurasi adalah proses seleksi, penilaian, pengelolaan, dan penyajian objek atau konten (seperti karya seni, data, atau talenta) secara sistematis untuk tujuan tertentu, seperti pameran, publikasi, atau pengembangan, memastikan kualitas, relevansi, dan nilai tambah bagi audiens atau penerima manfaatnya
Kurasi ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan produk UMKM Bulukumba agar dapat menembus pasar ritel modern. Sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal agar mampu bersaing secara kualitas dan berkelanjutan.
Dari puluhan produk UMKM yang dikurasi diantaranya jagung marning, kopi Kajang, abon ikan bandeng, kripik bandeng, kripik talas, jahe, kunyit kahaya dan lain-lain.
Ini daftar produk UMKM Kabupaten Bulukumba yang dikurasi:

Sebanyak 50 produk UMKM mengikuti proses kurasi yang mencakup penilaian dari berbagai aspek, antara lain kualitas produk, kemasan, serta kuantitas atau kapasitas produksi. Proses ini menjadi tahapan penting sebelum produk dipasarkan melalui jaringan ritel modern.
Ketua TP PKK Bulukumba, Andi Herfida Muchtar, mengapresiasi pelaksanaan kurasi tersebut dan mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan mutu produk, konsistensi produksi, serta inovasi kemasan agar mampu memenuhi standar pasar modern.
Pemkab Bulukumba berharap produk-produk unggulan UMKM lokal dapat memperoleh akses pasar yang lebih luas, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan pelaku usaha dan penguatan ekonomi daerah.
Pemerintah daerah setempat terus berkomitmen menghadirkan pendampingan dan fasilitasi bagi UMKM agar naik kelas, mandiri, dan mampu menjadi tulang punggung atau salah satu pilar pertumbuhan ekonomi daerah.(*)









