Home / Hukum dan Kriminal

Jumat, 19 Juli 2024 - 09:40 WIB

Situs Cagar Budaya Bakal Dijadikan Pusat Pendidikan dan Wisata

Tarakan (BERANDATIMUR) – Untuk meningkatkan daya saing, situs cagar budaya di Kaltara akan ditata menjadi kawasan pendidikan dan wisata. Hal ini terungkap pada rapat koordinasi (rakor) fasilitasi peningkatan daya saing wilayah berbasis kawasan strategis nasional Provinsi Kalimantan Utara 2024, di Hotel Royal Tarakan, Kamis, 18 Juli 2024.

Sebagaimana diutarakan Staf Ahli Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Hubungan Antar Lembaga Setda Kaltara Wahyuni Nuzband, dalam sambutannya  pada rakor yang mengusung tema “Penataan Situs Cagar Budaya Menjadi Kawasan Pusat Pendidikan dan Pariwisata Rekreasi”.

Rakor ini sebuah upaya untuk mendorong peningkatan daya saing kawasan dalam upaya peningkatan ekonomi nasional, kata dia. Kawasan cagar budaya memiliki nilai sejarah, arsitektur atau kebudayaan yang tinggi sehingga perlu dijaga kelestariannya.

Untuk itu, dia berharap rekomendasi yang dihasilkan pada rakor tersebut dapat menjadi rujukan kementerian dalam negeri, Pemprov Kaltara serta kabupaten/kota dalam pengambilan kebijakan di masa mendatang.

“Insyaallah dengan niat lurus pasti bisa membawa Kalimantan Utara ini yang lebih baik, semakin tangguh, maju dan sejahtera,” tuntasnya. (Editor)

Jangan Lewatkan  Dugaan Pelecehan Seksual di Disdukcapil Nunukan, Pelaku Terancam Ditindak

Share :

Baca Juga

Hukum dan Kriminal

Sebelum Kejadian, Paisal Suka Melamun Diayunan dan Bersihkan Mobil

Hukum dan Kriminal

Sejumlah Poliklinik RSUD Nunukan Tutup Pelayanan, Kenapa?

Hukum dan Kriminal

Bidhumas Polda Kaltara Syukuran HUT Ke-73

Hukum dan Kriminal

BBM Solar Subsidi di Sebuku Dijual Rp11.000/Liter, Mengaku Rekomendasinya di TTD Bupati Nunukan

Hukum dan Kriminal

3 Gedung Diresmikam, Kado HUT ke-66 Kabupaten Bulukumba

Hukum dan Kriminal

Persija Gagalkan Ambisi PSM Dimenit Akhir 

Hukum dan Kriminal

DPRD-TNI AL Perkuat Perlindungan Keamanan Nelayan di Laut

Hukum dan Kriminal

Densus 88 Tangkap Guru SD di Sigi