Home / Daerah

Rabu, 27 September 2023 - 04:36 WIB

Ajak Pembudidaya Rumput Laut Gantung Tali, Demi Dongkrak Harga

Nunukan (BERANDATIMUR) – Fenomena harga yang terus merosot akhir-akhir ini membuat pembudidaya rumput laut di Kabupaten Nunukan, Kaltara mengalami dilema. Antara menjaga kuantitas produksi dengan besarnya biaya yang mesti ditalangi.

Akhirnya, ada pembudidaya yang mengajak rekan-rekannya agar melakukan aksi “gantung” tali untuk mengurangi produksi dengan harapan harga terdongkrak.

Sebagaimana diutarakan Sultan, seorang pembudidaya rumput laut di Liang Bunyu Kecamatan Sebatik Barat melalui akun facebooknya beberapa waktu lalu.

Dalam video yang diunggah tersebut, dia mengajak sesama pembudidaya agar mengurangi produksi dengan membatasi tali bentangan yang diturunkan. Ada banyak alasan yang dianggap mendasari ajakannya itu.

Pertama, memgurangi tali bentangan atau menggantung sebagian akan mengurangi biaya operasional. Kedua, pengurangan tali bentangan tentunya dapat mengurangi produksi sehingga dapat mempengaruhi harga. Maksudnya, kemungkinan harga rumput laut anjlok disebabkan semakin tingginya produksi sehingga pengusaha seenaknya mempermainkan harga.

Sultan berpandangan, tali bentangan (bibit) yang diturunkan cukup untuk menutupi biaya hidup sehari-hari saja. Jika langkah ini dilakukan serentak oleh pembudidaya maka secara otomatis produksi turun dan kemungkinan harga akan naik kembali.

Harga rumput laut yang berada pada kisaran Rp8.000 per kilo gram sekarang ini, sangat merugikan pembudidaya. Karena tidak sebanding dengan besarnya biaya operasional yang harus dikeluarkan.

Biaya operasional yang wajib dikeluarkan oleh pembudidaya pra panen adalah ongkos ikat bibit alias biaya bettang, bahan bakar minyak (BBM), biaya perawatan mesin dan perahu, makan minum pekerja.

Sultan mengatakan, selama ini biasa menurunkan tali bentangan sebanyak 1.000 utas sekali budidaya. Namun selama harga anjlok hanya menurunkan sekitar 150 tali saja.

Hal ini terpaksa dilakukan demi mengurangi kerugian dan sekadar hanya menyambung hidup semata.

Jangan Lewatkan  Penelusuran Gua Karst Batu Putih (Bagian-1) : Objek Wisata Menakjubkan, Berharap Ada Penyusuran Gua Oleh Komunitas

Aksi gantung tali juga sudah dilakukan Samsir, pembudidaya rumput laut di Binusan Kecamatan Nunukan, sejak beberapa hari terakhir

Samsir mengaku, aksi gantung tali bentangan terpaksa dilakukannya demi mengurangi kerugian yang dialaminya akibat harga yang terus merosot.

Bahkan, sejak beberapa pekan terakhir ini meninggalkan pekerjannya sebagai pembudidaya rumput laut dan beralih menjadi nelayan tangkap ikan kembali untuk menyambung hidup keluarganya.

“Terpaksa kami pergi tangkap ikan lagi garagara harga rumput laut turun. Sebenarnya memang setiap tidak kerja rumput laut selalu pergi tangkap ikan,” tutur Samsir di rumahnya.

Setiap turun ke laut, hasil dari tangkap ikan cukup lumayan untuk menutupi biaya hidup sehari-hari, ungkap dia.

“Setiap turun ke laut hasilnya cukup lumayan lah bisa sampai tiga juga dari ikan yang didapat,” beber Samsir. (Redaksi)

Share :

Baca Juga

Daerah

BBM Langka, Gas Elpiji Juga Menghilang di Nunukan

Daerah

Densus 88 Tangkap Guru SD di Sigi

Daerah

Terjadi Kontak Senjata di Intan Jaya Papua, Seorang TNI Tewas

Daerah

PKN Nunukan Rombak Pengurus, 95 Persen Wajah Baru
Pemusnahan Barang Sitaan

Daerah

Bea Cukai Nunukan Musnahkan Barang Sitaan Senilai Rp1,8 M

Daerah

BPBD Nunukan Akui Keliru, Hasil Kajian Penyebab Banjir di Wilayah Krayan
Kwarda Pramuka Sulbar Gelar Lomba Tingkat IV

Daerah

Kwarda Pramuka Sulbar Gelar Lomba Tingkat IV

Daerah

SMSI Hadir di Perbatasan, Anto Leo Terpilih Jadi Ketua