Home / Advetorial / Pemkab Nunukan

Jumat, 8 Maret 2024 - 22:46 WIB

Wabup Nunukan Hadiri Rembug Stunting di Malinau

Malinau (BERANDATIMUR) – Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah menghadiri “Rembuk Stunting dan Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrim Provinsi Kalimantan Utara Tahun 2024” di Ruang Tebengang Kantor Bupati Malinau, Kamis 7 Maret 2024.
Acara ini bertema“ Peningkatan Komitmen, Sinergitas, dan Kolaborasi Pencapaian Percepatan Penurunan Stunting dan Kemiskinan secara Berkelanjutan”.
Dalam sambutannya Wakil Gubernur Provinsi Kalimantan Utara Yansen TP mengapresiasi atas partisipasi pemerintah kabupaten dan kota yang telah menyukseskan pelaksanaan penilaian kinerja stunting, yang hasilnya telah diketahui bersama dan akan menjadi potret dari apa yang telah kita lakukan.
“Penilaian kinerja stunting tersebut juga akan memberi gambaran apa yang harus kita lakukan pada masa yang akan datang”, ujar Yansen. Menurutnya, upaya untuk mewujudkan visi Indonesia emas 2045 tidak semudah membalikkan telapak tangan. Aspek terpenting dan yang paling utama dalam pencapaian visi tersebut adalah terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas, unggul dan berdaya saing.
“Dan salah satu isu penting dalam pembangunan nasional khususnya dalam upaya mewujudkan SDM yang berdaya saing tersebut adalah bagaimana kita dapat mempercepat penurunan stunting dan penanggulangan kemiskinan ekstrem”, tambahnya.
Lanjut disampaikan Stunting dan kemiskinan ekstrem menjadi persoalan penting yang perlu segera diatasi agar bangsa Indonesia dapat memaksimalkan adanya bonus demografi. Dengan adanya bonus demografi tersebut bangsa Indonesia memiliki kekuatan dan peluang yang besar untuk bisa keluar dari kondisi negara midle income dikarenakan adanya sumber daya manusia usia produktif yang melimpah.
“Agenda pembangunan bangsa indonesia dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing tersebut dirumuskan dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020-2024 yang salah satunya ditetapkan melalui major project 2020-2024 berupa percepatan penurunan kematian ibu dan stunting dengan menetapkan target menurunnya prevalensi stunting hingga 14 persen”, ungkapnya.
Selain itu, dia menyampaikan sasaran makro pembangunan 2020-2024 berupa tingkat kemiskinan sebesar 6-7 persen pada 2024 dan secara nasional angka kemiskinan ekstrem ditetapkan sebesar 0 (nol) persen. Angka prevalensi stunting (gagal tumbuh) dan kemiskinan yang masih tinggi, menurutnya merupakan ancaman utama terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa.
“Pemerintah provinsi Kalimantan Utara berkomitmen untuk melakukan percepatan penurunan stunting dengan mendorong mekanisme kolaborasi, baik dari aspek penyediaan data, perencanaan program kegiatan dan sharing praktek dengan para pihak.
Pada tahun 2024, Yansen menjelaskan pemerintah provinsi Kalimantan Utara menganggarkan dana sebesar 421 milyar rupiah untuk melaksanakan kurang lebih 38 program baik secara langsung maupun bersifat pendukung. Diantaranya bantuan beasiswa dan penyediaan biaya personil peserta didik, peningkatan infrastruktur dan layanan dasar, bantuan bagi masyarakat tidak mampu dan lanjut usia, bantuan bagi kelompok usaha dan sejenisnya, bantuan pasang listrik gratis dan berbagai program lainnya. (Prokompim Nunukan)
Jangan Lewatkan  Gubernur Kaltara Hadiri Silaturahmi Nasional Masyarakat Sinjai di Makassar

Share :

Baca Juga

Advetorial

Jumat Curhat, Dirbinmas Polda Kaltara Dengarkan Keluhan Masyarakat

Advetorial

Harvesting FKKB, Sarana Pengembangan Digitalisasi UMKM

Advetorial

Wagub Kaltara Motivasi pada Tenaga Pendidik

Advetorial

Gubernur Kaltara Lepas Kontingen Pelajar Ke POPNAS XVI Palembang

Advetorial

Polres Malinau Lakukan “Police Goes to School”

Advetorial

Utusan Paskibra Nasional Kaltara Berangkat Pertengahan Juli

Advetorial

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Laura Salurkan Bantuan Kepada Masyarakat

Advetorial

Berbagi Sehat dan Bakti Sosial di Kawasan Tengkayu I Kota Tarakan