Home / Advetorial / Pemprov Kalimantan Utara

Selasa, 29 Agustus 2023 - 10:56 WIB

Kampanye Optimalisasi Timbang Bulan Posyandu Menuju Generasi Bebas Stunting

Tanjung Selor (BERANDATIMUR) – Pemerintah sudah menerapkan setiap bulan Februari dan Agustus menjadi bulan timbangan dengan pemberian vitamin A pada balita sekaligus pengukuran tinggi badan dan berat badan. Langkah ini untuk mengetahui status gizi balita yang merupakan tolak ukur status gizi masyarakat.

Data menunjukkan, partisipasi masyarakat Kalimantan Utara dalam kegiatan penimbangan balita di posyandu mengalami penurunan. Jumlah kunjungan balita ke posyandu pada semester 1 tahun 2023 hanya mencapai rata-rata 30,25 persen dari target yang seharusnya mencapai 90 persen.

Selain itu, data dari sistem pencatatan pelaporan gizi berbasis masyarakat menunjukkan bahwa pada bulan Juni dan Juli tahun 2023, capaian pengukuran masih jauh di bawah jumlah sasaran yang seharusnya diukur. Pada bulan Juni 2023, capaian pengukuran hanya mencapai 26,4 persen, sedangkan pada bulan Juli 2023, angka tersebut turun menjadi 24,1 persen.

Wakil Gubernur Kaltara, Yansen TP, mendorong jajaran pemprov dan instansi teknis, serta pemkab/pemkot hingga kepala desa dan camat, untuk aktif dalam sosialisasi kepada masyarakat. Mengajak masyarakat segera mengukur tinggi badan dan menimbang berat badan anak-anak, sebagai bagian dari upaya kolektif dalam pencegahan stunting.

“Stunting berpotensi merugikan perkembangan anak. Namun, tindakan nyata yang kita lakukan saat ini dapat mengubah masa depan. Anak-anak Kaltara harus menjadi generasi unggul untuk meneruskan peran penting dalam bangsa,” ungkap Wagub Kaltara Yansen TP saat membuka Kampaye Optimalisasi Pelayanan Posyandu pada Setiap Bulan Timbang secara daring di ruang kerjanya pada Senin 28 Agustus 2023.

Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kaltara, Yansen TP memberikan apresiasi dan merespon positif kegiatan tersebut.

“Semoga melalui kegiatan ini, kita dapat meningkatkan optimalisasi pelayanan posyandu dan meningkatkan pemahaman serta kesadaran akan risiko stunting. Dengan demikian, kita dapat berkolaborasi dalam usaha menurunkan angka stunting di Provinsi Kaltara,” ungkap Yansen TP.

Jangan Lewatkan  Perasaannya tak Tenang Saat Sholat Tarwih, Pria Ini Dapati Istri Digoyang Tetangga di Rumahnya

Kasus stunting, seperti yang telah diketahui, dapat dikenali dari karakteristik fisik anak, terutama perbedaan tinggi badan dengan anak sebaya. Keadaan ini terjadi akibat gangguan pertumbuhan yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang memadai. Pertumbuhan anak bukan hanya sebatas berat badan, tetapi juga tinggi badan.

Pemahaman mengenai bahaya stunting memang masih perlu ditingkatkan sehingga perlunya memberikan arahan dan informasi yang lebih dini kepada masyarakat. Posyandu memiliki peran krusial karena menggunakan alat antropometri yang disediakan oleh Kementerian Kesehatan RI untuk mendeteksi secara awal adanya potensi perlambatan pertumbuhan berat badan bagi anak.

Pada tahun 2023, terdapat total 781 Posyandu yang aktif di wilayah Kaltara, dengan rincian yakni Tarakan (149), Bulungan (211), Nunukan (259), Malinau (126), dan KTT (36). (dkisp)////

Share :

Baca Juga

Advetorial

Menteri KP “Membudidaya” Rumput Laut di Mamolo, NunukanĀ 

Advetorial

Pembangunan SUTET Masuk Tahap Konsultasi Publik

Advetorial

Gubernur Ungkap Keberhasilan Kaltara di Hadapan Dirjen Otda

Advetorial

Harvesting FKKB, Sarana Pengembangan Digitalisasi UMKM

Advetorial

Gubernur Kaltara Teken MoU Dengan PT GER Soal Perdagangan Karbon

Advetorial

Puluhan Tim Ikut Lomba Senam Yameto dan Lukiwol

Advetorial

Ditpolairud Polda Kaltara Gagalkan Penyelundupan 5 Kg Sabu-sabu

Advetorial

Komitmen Bersama Wujudkan Pemilu Damai 2024